Kronik.co.id, Gorontalo – Warga Desa Lamu, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo, dikejutkan dengan merebaknya kasus malaria yang disebut telah menyerang sedikitnya 11 warga sepanjang September 2026.
Dari jumlah tersebut, satu warga berinisial “KT” dilaporkan meninggal dunia setelah tidak berhasil diselamatkan akibat penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk tersebut.
Tokoh pemuda asal Desa Lamu, Tutun Suaib, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, kasus malaria yang terjadi saat ini merupakan kejadian luar biasa karena jumlah warga yang terdampak dinilai cukup besar dibandingkan kasus sebelumnya.
“Serangan malaria ini paling besar,” ujar Tutun kepada awak media ini, Rabu (23/9).
Ia menyebut, Desa Lamu kini dinyatakan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria. Menurut Tutun, kondisi tersebut menjadi salah satu kejadian terburuk yang pernah terjadi di desa tersebut.
Tutun berharap pemerintah daerah melalui petugas kesehatan segera melakukan pemeriksaan terhadap warga, khususnya melalui pemeriksaan sampel darah, guna memastikan kondisi kesehatan masyarakat serta mengetahui secara pasti jumlah warga yang terpapar malaria.
“Pemeriksaan perlu dilakukan agar diketahui berapa orang yang positif terkena malaria dan berapa yang belum diketahui,” katanya.
Selain pemeriksaan, Tutun mendorong pemerintah segera mengambil langkah pencegahan untuk memutus potensi penyebaran penyakit. Langkah tersebut, kata dia, dapat dilakukan melalui pembentukan posko penanganan malaria, pemberian pengobatan kepada warga yang terkonfirmasi, penyemprotan massal serta pembagian kelambu.
Ia juga menyebut terdapat dugaan bahwa kasus malaria di Desa Lamu berkaitan dengan aktivitas sejumlah warga yang bekerja sebagai penambang emas di luar daerah.
Menurut Tutun, warga yang bekerja di kawasan pertambangan tersebut diduga kembali ke Desa Lamu dalam kondisi sakit. Ia menyebut, kawasan pertambangan tempat mereka bekerja juga dilaporkan terdapat kasus malaria.
Namun, dugaan mengenai asal penularan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran epidemiologis oleh petugas kesehatan.
Tutun berharap penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu agar kasus malaria tidak terus bertambah serta tidak kembali menimbulkan korban jiwa.
“Jangan sampai korban terus berjatuhan. Pemerintah harus segera melakukan langkah penanganan dan pencegahan,” tandasnya.












