PSTM Gorut Intensifkan Pembinaan Atlet Sejak Dini, Bidik Prestasi di Kejuaraan Nasional hingga Dunia

Perguruan Pencak Silat Teratai Matahari Gorontalo Utara saat melatih anak-anak dari berbagai sekolah di Kwandang. (dok.pribadi)

Kronik.co.id — Perguruan Pencak Silat Teratai Matahari (PSTM) Gorontalo Utara (Gorut) terus mengintensifkan pembinaan atlet sejak dini melalui latihan rutin di lingkungan sekolah.

Langkah ini dilakukan untuk mencetak pesilat berprestasi yang mampu bersaing pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) hingga kejuaraan dunia.

Ketua PSTM Gorontalo Utara, Rusban, mengatakan pembinaan atlet tidak boleh hanya dilakukan menjelang kejuaraan. Menurutnya, latihan secara berkelanjutan menjadi kunci untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan para pesilat sejak usia sekolah.

“Pembinaan ini kita mulai dari sejak dini, bukan nanti ketika sudah dekat kejuaraan. Target kami, pada Porprov nanti minimal bisa meraih medali dari tingkat SD, SMP, hingga SMA,” ujar Rusban, Minggu (18/10)

Dalam menjalankan program tersebut, PSTM Gorut tetap berkoordinasi dengan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Gorontalo Utara, La Ode Muhammad Fajar.

Saat ini, pembinaan dan latihan mulai diarahkan kepada siswa di sejumlah sekolah, dengan dukungan para pelatih, yakni Arif Puloli, Rudiman, dan Rini Kaharu.

Rusban menyebutkan, kerja sama melalui nota kesepahaman atau MoU yang ditawarkan PSTM kepada sekolah-sekolah tidak dipungut biaya. Program ini diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi para siswa untuk mengenal dan menekuni olahraga pencak silat.

“Sekolah telah melakukan kerja sama program ini, di antaranya SMP Muhammadiyah Kwandang, SDN 1 Kwandang, SMP Negeri 2 Kwandang, SMA Negeri 5 Gorontalo Utara dan SMA Negeri 1 Gorontalo Utara,” katanya.

Meski demikian, Rusban mengakui masih ada sekolah yang belum menindaklanjuti rencana kerja sama tersebut.

Karena itu, ia berharap dukungan Dinas Pendidikan Gorontalo Utara agar seluruh sekolah memberikan ruang bagi PSTM untuk melatih dan membina siswa yang berminat pada pencak silat.

“Kami berharap kepala dinas pendidikan bisa mendorong sekolah-sekolah agar memberikan kesempatan kepada PSTM untuk melakukan pembinaan. Keinginan kami untuk melatih anak-anak sangat besar, tetapi tentu perlu dukungan dari pihak sekolah,” ujarnya.

Selain dukungan akses pembinaan, Rusban juga berharap pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan fasilitas latihan. Peralatan yang dibutuhkan meliputi matras, samsak, pelindung tubuh (body protector), target tendangan (kicking target), pelindung kaki, serta pelindung kepala.

Menurutnya, kelengkapan sarana latihan penting untuk menunjang kualitas pembinaan sekaligus mendukung keselamatan atlet selama berlatih.

Ke depan, PSTM Gorut telah menyiapkan sejumlah agenda kejuaraan secara bertahap. Rencana tersebut dimulai dari kejuaraan antarsekolah, kemudian kejuaraan antarperguruan se-Gorontalo Utara, dilanjutkan kejuaraan terbuka tingkat Provinsi Gorontalo, hingga kejuaraan antarpesilat lintas provinsi.

Setelah rangkaian kejuaraan tersebut terlaksana, PSTM juga menargetkan penyelenggaraan kejuaraan daerah yang melibatkan seluruh perguruan pencak silat di Provinsi Gorontalo.

Rusban menilai agenda kompetisi tersebut penting untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi atlet-atlet muda.

Terkait kejuaraan pencak silat terbuka yang saat ini berlangsung di Kabupaten Gorontalo, pihaknya masih mempertimbangkan keikutsertaan para atlet PSTM Gorut.

Pertimbangan tersebut dilakukan karena waktu persiapan yang relatif singkat sehingga dikhawatirkan memengaruhi penampilan atlet.

“Waktunya terlalu mepet dan persiapan anak-anak belum maksimal, kami khawatir hasilnya tidak sesuai harapan. Kalau belum bisa ikut kali ini, insyaallah tahun depan kami persiapkan lebih matang. Target kami, setiap mengikuti kejuaraan harus berusaha meraih medali,” jelasnya.

Rusban berharap melalui pembinaan berkelanjutan dan dukungan berbagai pihak, semakin banyak atlet pencak silat potensial lahir dari Gorontalo Utara.

“Saya optimistis, pembinaan yang dimulai sejak usia sekolah dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan prestasi pencak silat daerah di tingkat provinsi maupun lebih luas,” ia menandaskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *