Kronik.co.id, Gorontalo Utara – Panitia Festival Dionumo 2026 akhirnya angkat bicara menyusul beredarnya somasi terbuka dan tuntutan klarifikasi terkait kaos seragam peserta yang hingga kini disebut belum diterima oleh sejumlah peserta.
Salah satu panitia Festival Dionumo, Nawir Rahman, mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan bersama pemerintah Kecamatan Sumalata Timur pada Selasa (6/10) untuk membahas persoalan tersebut.
Menurut Nawir, hasil pertemuan itu menyepakati bahwa panitia tetap akan mengadakan kaos festival bagi para peserta, sesuai dengan bentuk fasilitas yang sebelumnya dibicarakan.
“Karena pembicaraannya dalam bentuk barang. Kalau kami kembalikan dalam bentuk uang, akan lebih berat karena ketika dihitung menjadi dua kali lipat dari jumlah yang kami terima, karena ditambah dengan uang tiket masuk Pulau Dionumo,” ujar Nawir saat dihubungi awak media ini melalui via seluler, Sabtu (11/10).
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, untuk merealisasikan pengadaan kaos tersebut, panitia berencana mengumpulkan dana secara patungan.
“Upaya itu juga membuka kemungkinan adanya bantuan dari pihak lain di luar kepanitiaan, termasuk kepala desa di Kecamatan Sumalata Timur yang bersedia memberikan sumbangan bagi yang mau,” katanya.
Nawir menyebutkan, Ketua Panitia Zulfaldo Mela telah menyumbang sebesar Rp1 juta. Sementara itu, sekretaris, bendahara, dan anggota panitia lainnya masing-masing berkontribusi sebesar Rp500 ribu untuk membantu pengadaan kembali kaos Festival Dionumo 2026.
Terkait informasi yang dihimpun oleh awak media Kronik.co.id mengenai kemungkinan pengembalian uang kepada peserta yang merasa dirugikan, Nawir mengaku belum memperoleh informasi terbaru dari internal panitia.
“Saya pastikan dulu terkait informasi ini kepada Ketua Panitia Zulfaldo Mela, apakah benar atau tidak,”tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah poster digital yang berisi somasi terbuka dan tuntutan klarifikasi kepada Panitia Festival Dionumo 2026 viral di media sosial. Poster tersebut menyoroti persoalan kaos seragam peserta festival yang disebut belum diterima oleh sejumlah peserta hingga saat ini.
Dalam poster yang beredar, pihak yang mengatasnamakan “Tim Investigasi Media & Perwakilan Korban Dionumo” mempertanyakan realisasi fasilitas berupa kaos seragam yang disebut menjadi bagian dari peserta Festival Dionumo 2026.
Poster itu mencantumkan biaya pendaftaran sebesar Rp160.000 per orang, dengan keterangan bahwa pembayaran telah dilakukan sejak Juni 2026. Namun, menurut isi poster, hingga pelaksanaan festival masih terdapat peserta dari sejumlah instansi yang disebut belum menerima kaos seragam maupun atribut kegiatan.












