Berita  

SPPG Leboto Minta Maaf soal Keterlambatan MBG, Sejumlah Kendala Teknis Kini Diperbaiki

Perbaikan fasilitas SPPG Leboto. (dok.sppgleboto)

Kronik.co.id – Penanggung jawab Yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Leboto, Idris Saleh, menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sejumlah sekolah di Kecamatan Kwandang, Gorontalo Utara (Gorut), yang sebelumnya membuat siswa menunggu makanan dalam kondisi lapar.

Idris menjelaskan, keterlambatan tersebut dipicu sejumlah kendala teknis di dapur SPPG Leboto, mulai dari keterbatasan pasokan air akibat musim panas, jumlah peralatan memasak, hingga kapasitas daya listrik yang belum memadai.

Menurutnya, kondisi air yang berkurang akibat musim panas menyebabkan proses pengisian air di perusahaan penyedia membutuhkan waktu lebih lama karena harus mengantre.

Situasi tersebut turut memengaruhi kelancaran aktivitas dapur dalam mempersiapkan makanan untuk didistribusikan kepada para siswa.

Selain persoalan air, peralatan memasak berupa kompor high pressure sebelumnya hanya tersedia dua unit. Untuk mengatasi kendala tersebut, jumlah kompor kini telah ditambah menjadi empat unit guna memaksimalkan proses pengolahan makanan.

Kendala lainnya berkaitan dengan kapasitas daya listrik dapur SPPG Leboto. Idris mengungkapkan, daya listrik yang sebelumnya sebesar 10.600 VA telah ditingkatkan menjadi 16.500 VA setelah ditindaklanjuti pada Senin malam.

“Selaku penanggung jawab, saya meminta maaf atas kejadian ini. Ke depan, insyaallah tidak akan terulang lagi,” ujar Idris, Selasa (20/10).

Ia memastikan, seluruh kendala yang terjadi sebelumnya telah diperbaiki dan diantisipasi. Dengan demikian, aktivitas dapur SPPG Kwandang Leboto pada Selasa (20/10/2026) diklaim telah berjalan normal seperti biasa.

Sementara itu, Kepala SPPG Leboto, Adistia R. Nur, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah terhadap persoalan keterlambatan distribusi tersebut.

Menurut Adistia, pihaknya bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan pihak yayasan selaku pelaksana penyedia sarana dan prasarana operasional dapur.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah memberikan peringatan keras kepada yayasan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Pihak yayasan, lanjutnya, telah menyanggupi peringatan tersebut dan segera menindaklanjuti perbaikan yang diperlukan.

“Alhamdulillah, pihak yayasan menyanggupi dan segera menindaklanjuti itu. Untuk kegiatan operasional Dapur SPPG Leboto hari ini berjalan normal seperti biasa,” tandas Adistia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *