Puskesmas Kwandang dan Molingkapoto Raih KBK 100 Persen, Empat Puskesmas Lain Bersiap Menyusul

Kronik.co.id – Puskesmas Kwandang dan Puskesmas Molingkapoto, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), berhasil mencapai Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) 100 persen dari BPJS Kesehatan.

Capaian ini menjadi dorongan bagi peningkatan kinerja pelayanan kesehatan sekaligus berdampak pada penerimaan dana kapitasi untuk mendukung operasional dan jasa pelayanan pegawai.

Kepala Puskesmas Kwandang, dr. Alinda Sahrudin, mengungkapkan bahwa Puskesmas Kwandang berhasil mempertahankan capaian KBK 100 persen selama 14 bulan berturut-turut, terhitung sejak Juli 2025 hingga September 2026.

“Alhamdulillah, Puskesmas Kwandang sudah 14 bulan berturut-turut mencapai KBK 100 persen sejak Juli 2025. Ini rekor bagi kami,” ungkap dr. Alinda Sahrudin, Sabtu (10/10).

Keberhasilan tersebut kemudian diikuti Puskesmas Molingkapoto yang mencapai KBK 100 persen pada September 2026.

Alinda mengatakan, capaian kedua puskesmas tersebut menjadi motivasi bagi fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya di Gorontalo Utara. Terlebih, saat ini terdapat empat puskesmas lain yang telah mencapai angka 95 persen dan diperkirakan segera menyusul.

“Yang lebih membanggakan lagi, saat ini ada empat puskesmas lainnya di Gorontalo Utara yang sudah berada di posisi 95 persen dan diprediksi akan segera menyusul mencapai 100 persen,” ujarnya.

Ia menjelaskan, capaian KBK 100 persen berdampak pada pembayaran dana kapitasi secara penuh sesuai ketentuan yang berlaku. Penerimaan tersebut dapat menunjang kebutuhan operasional puskesmas sekaligus mendukung peningkatan jasa pelayanan bagi pegawai.

Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) merupakan mekanisme pembayaran oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang memperhitungkan pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan.

Menurut Alinda, terdapat tiga indikator utama yang dinilai setiap bulan untuk menentukan capaian kinerja puskesmas.

Pertama, angka kontak dengan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) aktif, dengan target minimal 150 kontak per 1.000 peserta setiap bulan. Kedua, rasio rujukan nonspesialistik dengan target maksimal 2 persen dari total rujukan per bulan. Ketiga, rasio peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) terkendali, dengan target minimal 5 persen.

“Jika puskesmas mampu mencapai 100 persen di tiga indikator, maka kapitasi akan dibayarkan penuh 100 persen,” tutur Alinda.

Ia turut mengapresiasi dukungan Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara, pemerintah daerah, serta pihak legislatif yang terus mendorong peningkatan kinerja puskesmas.

“Tentu saja setiap pencapaian kami ini berkat bimbingan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo Utara dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, yakni Bupati dan Wakil Bupati, juga pihak legislatif yang tak henti-hentinya mendorong kinerja puskesmas,” ungkapnya.

Selain dukungan pemerintah, Alinda menilai keterlibatan lintas sektor di 18 desa se-Kecamatan Kwandang dan pemerintah kecamatan memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian tersebut.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai Puskesmas Kwandang dan Molingkapoto yang telah bekerja sama dan berkolaborasi dalam memenuhi target kinerja pelayanan kesehatan.

Alinda berharap keberhasilan kedua puskesmas tersebut dapat menjadi inspirasi bagi puskesmas lainnya di Gorontalo Utara untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan rekor ini, Puskesmas Kwandang dan Molingkapoto dapat menjadi motivasi bagi puskesmas lain di Gorontalo Utara untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *