Kronik.co.id — Kodim 1314/Gorontalo Utara menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka kesiapsiagaan dan antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (2/9) di Lapangan Makodim 1314/Gorut. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Komandan Kodim 1314/Gorut, Letkol Inf Gembong Yudo Sasongko.
Apel ini dihadiri oleh berbagai unsur terkait, antara lain Kapten Inf Syahril (Kasdim 1314/Gorut), Kompol Sofyan H. Abubakar, S.E., M.H. (Waka Polres Gorut), Kepala Dinas Satpol PP/Kebakaran Gorut Retno Gunardi Ishak, Iptu M. Thalib (Kasat Samapta Polres Gorut), Koordinator Basarnas Gorut Alan Hasania, Kabid Damkar Gorut Irwan Harun, serta para Danramil jajaran Kodim 1314/Gorut. Peserta apel terdiri dari gabungan personel TNI, Polri, Basarnas, serta Satpol PP dan Damkar Gorut.

Dalam amanatnya, Dandim menegaskan bahwa kunci keberhasilan menghadapi potensi Karhutla terletak pada kesiapan dan kesiapsiagaan seluruh pihak terkait. Ia juga menekankan bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan adalah tanggung jawab bersama seluruh aparat di wilayah.
“Pelaksanaan apel ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas, kerja sama, dan kolaborasi antar instansi dalam mengantisipasi serta menangani potensi kebakaran di Kabupaten Gorut. Kita harus mengedepankan prinsip lebih baik mencegah daripada memadamkan,” ujar Letkol Inf Gembong Yudo Sasongko.
Selain kesiapsiagaan Karhutla, ia juga menghimbau kepada aparat untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar turut berperan aktif mencegah kebakaran, antara lain tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama saat aktivitas pembersihan lahan.
“Saya berharap masyarakat dapat dibekali pemahaman terkait kesiapan menghadapi potensi banjir saat musim hujan tiba, seperti menjaga kebersihan dan membersihkan saluran air dari sampah,” katanya.
Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan latihan simulasi penanganan kebakaran lahan dan kebun sebagai bentuk pengujian serta peningkatan kesiapan personel di lapangan.
Pelaksanaan Apel Gelar Pasukan ini menegaskan komitmen bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, serta Satpol PP dan Damkar dalam mengantisipasi potensi Karhutla.
Kegiatan ini juga memperkuat koordinasi dan sinergitas lintas sektoral, sehingga apabila terjadi kebakaran, penanganan dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat akan terus ditingkatkan mengingat aktivitas pembersihan lahan dan kelalaian warga kerap menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran lahan.
Simulasi penanganan kebakaran yang dilakukan pun menjadi langkah nyata untuk mempertajam kemampuan personel dalam menghadapi kejadian Karhutla secara langsung di lapangan.













