Pangdam XIII/Merdeka Tekankan Disiplin dan Pendekatan Humanis bagi 460 Prajurit Satgas Pamtas RI

Kronik.co.id, Gorut – Sebanyak 460 prajurit TNI AD dari Yonif 715/Motuliato dan sejumlah satuan lainnya tengah dipersiapkan untuk mengemban tugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Mobile di wilayah Papua.

Kesiapan para prajurit tersebut mendapat perhatian langsung dari Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus saat melakukan pengecekan di tengah rangkaian persiapan penugasan, Rabu (26/8).

Dalam kesempatan itu, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menekankan bahwa penugasan di wilayah perbatasan bukan sekadar tugas pengamanan, tetapi juga menjadi kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Untuk itu jagalah kekompakan dan kebersamaan kita. Jangan sampai ternodai oleh pelanggaran-pelanggaran yang seharusnya tidak dilakukan,” tegas Mirza Agus.

Ia juga mengingatkan agar setiap pelaksanaan tugas selalu mengedepankan aspek pengamanan, baik dalam kegiatan yang telah diprogramkan maupun kegiatan di luar program.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan menjadi salah satu kunci keberhasilan selama berada di daerah penugasan. Para prajurit diminta aktif berkomunikasi dan membangun koordinasi dengan aparat setempat.

“Wajib menjalin komunikasi dengan aparat yang ada di daerah penugasan dan beradaptasi untuk mengetahui adat istiadat, kebiasaan warga maupun lingkungan yang ada di daerah penugasan masing-masing pos,” ujarnya.

Selain aspek keamanan, Pangdam menaruh perhatian pada pola pendekatan prajurit terhadap masyarakat Papua. Ia meminta seluruh personel menghormati nilai-nilai sosial dan budaya masyarakat setempat serta menghindari tindakan yang dapat menimbulkan konflik.

“Budaya mereka tidak sama dengan budaya kita. Jangan arogan terhadap warga di Papua. Dekati dengan persuasif sehingga hati mereka dapat direbut,” pesan Pangdam.

Sementara itu, Danyonif 715/Motuliato Letkol Inf Kaisar Bagus menjelaskan, dari total 460 personel yang disiapkan, sebanyak 230 prajurit berasal dari Yonif 715/Motuliato. Sementara 230 personel lainnya merupakan gabungan dari sejumlah satuan, yakni YonTP 824 Mo’e’a, YonTP 868 Bantong Sakti, YonTP 915/Bitu’o, YonTP 916/Barasakti, dan Yonif 712/Wiratama.

Seluruh personel tersebut akan menjalani latihan sebagai bagian dari persiapan sebelum diberangkatkan ke wilayah penugasan.

Kaisar Bagus menegaskan, tugas pengamanan perbatasan tidak hanya berorientasi pada aspek pertahanan dan keamanan. Kehadiran prajurit juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah operasi.

“Selain menjaga keamanan perbatasan, kami juga membantu masyarakat lewat pelayanan kesehatan gratis, pembangunan fasilitas air bersih dan dukungan pendidikan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *