Fitri Yusuf Husain: Hilirisasi Ayam Berpotensi Ciptakan 1.600 Lapangan Kerja dan PAD Rp75 Miliar

Srikandi DPRD Gorut, Fitri Yusuf Husain berfose bersama pihak PT Agrikultur Global Khatulistiwa usai upacara HUT kemerdekaan RI ke-81, di Halaman Kantor Bupati Gorut, Senin (17/8). (dok.pribadi)

Kronik.co.id, Gorut – Program hilirisasi peternakan ayam di Kabupaten Gorontalo Utara mulai diarahkan tidak hanya untuk mendorong pertumbuhan sektor peternakan, tetapi juga membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, Fitri Yusuf Husain, usai rangkaian kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Agrikultur Global Khatulistiwa (AGK) dan Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara terkait program hilirisasi peternakan ayam, Senin (17/8).

Program tersebut mencakup pengembangan peternakan ayam, produksi pakan dan Day Old Chick (DOC), hingga pembangunan fasilitas pengalengan produk olahan ayam yang ditargetkan dapat menembus pasar ekspor.

Menurut Fitri, salah satu dampak besar yang diharapkan dari investasi tersebut adalah terbukanya ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Gorontalo Utara.

Ia menyebut, dua pabrik yang akan dibangun diperkirakan membutuhkan sekitar 2.000 tenaga kerja.

Komposisinya, sekitar 10 persen diperuntukkan bagi tenaga kerja asing (TKA), 10 persen tenaga profesional, sementara 80 persen atau sekitar 1.600 orang ditargetkan berasal dari tenaga kerja lokal.

“Tenaga kerja lokal yang dibutuhkan diperkirakan sekitar 1.600 orang dengan kualifikasi minimal pendidikan SLTA sederajat,” ujar Fitri.

Ia menjelaskan, proses perekrutan tenaga kerja lokal diperkirakan mulai dilakukan pada Mei 2027, ketika progres pembangunan pabrik telah mencapai sekitar 80 persen.

Selain membuka lapangan pekerjaan, pembangunan dua pabrik tersebut juga dinilai berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.

Fitri menyebut, keuntungan yang dapat diperoleh daerah dari keberadaan dua fasilitas industri tersebut diproyeksikan mencapai Rp75 miliar per tahun.

“Semoga ini menjadi jalan kemakmuran bagi rakyat Gorontalo Utara. Amin,” ungkapnya.

Fitri menegaskan, DPRD Gorontalo Utara menyambut baik program hilirisasi tersebut. Menurutnya, program ini perlu mendapat pengawalan bersama agar seluruh tahapan investasi dapat berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami sebagai anggota DPRD menyambut baik program ini. Kita kawal bersama agar program ini berjalan sesuai rencana,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Bupati dan Wakil Bupati Gorontalo Utara serta Kepala Bappeda Gorontalo Utara, Rusli Akase, yang dinilai sejak awal aktif memperjuangkan terwujudnya program hilirisasi di daerah.

Bagi Fitri, hilirisasi merupakan langkah strategis karena daerah tidak hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi juga memperoleh nilai tambah melalui proses produksi hingga pengolahan.

Dengan demikian, investasi tersebut diharapkan mampu menciptakan efek berantai bagi perekonomian daerah, mulai dari penyerapan tenaga kerja, tumbuhnya aktivitas usaha masyarakat, hingga peningkatan pendapatan daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *